You are reading..
Energy Storage, General

Gigafactory, Pabrik Baterai Lithium Terbesar Sejagad

Banyak kalangan peneliti memprediksikan bahwa mobil listrik adalah mobil masa depan. Ia bakal menggabungkan atau bahkan menggantikan mobil konvensional yang menggunakan pembakaran dalam (internal combustion).

Di Tiongkok, mobil listrik buatan BYD sudah banyak ditemui di jalanan. Banyak pabrikan mobil di seluruh dunia menginvestasikan dananya untuk penelitian dan pengembangan mobil listrik. Tak terkecuali Tesla, pabrikan mobil listrik asal negeri Paman Sam.

Salah satu tantangan utama mobil listrik adalah bagaimana membuat harga mobil listrik menjadi lebih kompetitif dan dapat terjangkau oleh konsumen. Baterai merupakan komponen mobil listrik yang menyumbang prosentasi terbesar dalam menentukan harga mobil. Peranannya krusial karena berfungsi sebagai penyimpan energi portabel agar mobil bisa berjalan.  Lalu, bagaimana cara menurunkan harga baterai?

Sebuah teori ekonomi sederhana mungkin bisa dipakai : harga sebuah barang bisa diturunkan jika kuantitas (jumlah) barang yang diproduksi dalam jumlah besar/massal. Inilah yang nampaknya dipikirkan oleh Elon Musk, sang CEO Tesla. Pria kelahiran tahun 1970 ini membuat gebrakan besar dengan membangun pabrik baterai lithium berskala giga untuk pasokan energi mobil listriknya, yang diberinama Gigafactory.

Lokasi pabriknya di daerah Revo, negara bagian Nevada – Amerika Serikat. Lahan yang tadinya tandus tak berpenghuni disulap menjadi pabrik baterai lithium seluas 400 Ha dengan luas tanah 754 Ha. Ini menjadikan pabrik baterai lithium ion terbesar sejagad dan pabrik terbesar kedua setelah pabrik pesawat Boeing.

A002_C001_0101EX

Gigafactory dalam tahap pembangunan (Nov 2014. Sumber tesla.com)

Desain Gigafactory (Sumber Tesla.com)

Desain Gigafactory (Sumber Tesla.com)

Tak tanggung-tanggung, pabrik ini dilengkapi dengan suplai listrik yang berasal dari energi terbarukan, yaitu berasal dari tenaga angin dan tenaga surya. Nilai investasi untuk pembangunan Gigafactory ditaksir sebesar USD 5 milyar.

Pembangunannya sudah dimulai sejak Juni 2014 dan sekarang sudah memulai fase komisioning. Tesla Gigafactory ditargetkan untuk memproduksi baterai yang sepadan dengan 35 GWh per tahun. Ini dimaksudkan untuk memenuhi produksi mobil listriknya sebanyak 500 ribu unit per tahun. Diharapkan harga mobil listrik Tesla bisa turun sebesar 30% dengan dibangunnya Gigafactory.

Kehadiran Gigafactory ini tentu saja membawa banyak manfaat. Diantaranya  adalah terbukanya lapangan pekerjaan bagi 6.500 orang dan potensi pemasukan pajak cukup besar bagi negara bagian Nevada. Gubernur Nevada memperkirakan otoritasnya akan mendapatkan USD 100 milyar selama 20 tahun setelah dioperasikannya Gigafactory.

Dalam mengembangkan Gigafactory, Tesla tidak sendirian. Mereka menggandeng Panasonic, perusahaan Jepang yang telah  lama berkecimpung dalam pabrikasi baterai lithium. Panasonic juga diajak berinvestasi hingga USD 1.6 milyar. Tipe baterai yang akan dibuat adalah tipe silinder 18650 yang secara komersial banyak digunakan sebagai baterai laptop.

Elon Musk memang teknopreneur cerdas dan berfikiran jauh kedepan. Selain Tesla, Elon juga memiliki perusahaan teknologi canggih lainnya yaitu SolarCity yang bergerak dalam bidang teknologi sel surya dan SpaceX yang bergerak dalam bidang roket dan pesawat luar angkasa.

Baru-baru ini Elon menggabungkan SolarCity dengan Tesla Gigafactory. Alasannya kedua perusahaan tersebut memiliki segmen bisnis yang sangat dekat dan cenderung saling berhubungan. Kita tahu bahwa sel surya membutuhkan baterai untuk menyimpan energinya. Dengan penggabungan ini diharapkan biaya produksi bisa dipangkas dan akhirnya harga sebuah produk untuk konsumen di pasaran bisa lebih kompetitif.

Bagaimana dengan Indonesia? Semoga saja ada Mas Elon lain yang mau membangun “gigafactory” di Jonggol atau di Cileungsi. Sehingga ketika memasuki era mobil listrik, Indonesia telah siap dengan baterai nya. Sepertihalnya pemerintah negara bagian Nevada yang memberi insentif kepada Tesla, agaknya pemerintah kita juga perlu memberi insentif kepada para investor yang akan membangun industri besar di dalam negeri.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: