You are reading..
Energy Materials, Energy Storage, General

Geliat Penelitian Baterai Sekunder di Indonesia

Baterai adalah salah satu divais yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari smartphone, laptop hingga mobil listrik memerlukan baterai sebagai sumber tenaga listrik portabelnya. Salah satu jenis baterai yang saat ini banyak dipakai adalah baterai lithium ion. Baterai yang pertama kali ditemukan dan dikomersialisasikan oleh perusahaan Jepang, Sony tahun 1991 ini memiliki banyak keuntungan dibandingkan jenis baterai lainnya.

Sejak saat itu hingga saat ini, ratusan ribu penelitian telah dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia. Hasilnya dituangkan dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal atau paten. Meski riset baterai lithium-ion ini telah lama berkembang di dunia, namun di Indonesia penelitiannya baru seumur jagung. Nampaknya, memang disebabkan kurangnya fasilitas laboratorium. Penelitian baterai sekunder baru menggeliat setelah euforia pengembangan mobil listrik pada tahun 2012. Saat itu, menteri BUMN Dahlan Iskan yang gencar mendorong terlaksananya program mobil listrik nasional, dimana baterai adalah komponen yang sangat penting. Beberapa lembaga penyandang dana penelitian seperti DIKTI dan LPDP juga turut menggelontorkan dananya untuk pengembangan riset penyimpanan energi di Indonesia.

Berikut ini saya coba mengulas kelompok riset yang mendalami bidang penyimpanan energi, khususnya baterai, di Indonesia yang saya ketahui.

Universitas Indonesia (UI)

Di UI, pengembangan penelitian bidang material baterai sekunder dipimpin oleh group Prof. Anne Zulfia di Departemen Teknik Metalurgi dan Materials (DTMM), Fakultas Teknik UI. Grup Prof. Anne saat ini telah memiliki beberapa fasilitas laboratorium pendukung untuk riset baterai lithium-ion dari hasil penelitian yang didanai pemerintah. Diantaranya, glove box yang dilengkapi gas argon, electrochemical impedance spectroscopy (EIS), serta peralatan fabrikasi baterai lainnya. Lab-nya terletak di Gedung Manufacturing Research Center (MRC) lantai 6. Pak Bambang Priyono, dosen DTMM FTUI, saat ini sedang mengambil program doktoral dibawah bimbingan Prof. Anne dan Prof. Herman. Topik penelitiannya adalah material lithium titanate oxide (LTO) sebagai material anoda. Saya pernah diundang untuk menguji tesis mahasiswa S2 dan proposal penelitian mahasiswa S3 nya.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Menurut saya, para peneliti di Pusat Penelitian Fisika LIPI yang dimotori oleh Dr. Bambang Prihandoko, termasuk pioneer dalam penelitian baterai di Indonesia. Saya belum pernah mengunjungi lab beliau di LIPI, namun sering mendengar bahwa lab-nya memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Pada grup Dr. Bambang, saya mengenal Pak Subhan yang selalu saya semangati untuk melanjutkan studi S3 di FTUI. Alhamdulillah beberapa saat lalu saya bisa bertemu dengan Dr. Bambang dan Pak Subhan di kampus UI.

Universitas Parahyangan(UNPAR)

Di UNPAR, ada Dr. Arenst Andreas Arie yang tekun meneliti bidang elektrokimia. Beliau adalah senior saya di lab Advanced Energy Materials Processing Laboratory KIST, dibawah bimbingan professor yang sama, Prof. Joong Kee Lee. Dr. Arenst termasuk peneliti yang sangat produktif dalam menghasilkan artikel ilmiah. Atas kerja kerasnya, Dr. Arenst menerima beberapa penghargaan akademis dari KIST dan kampus UST. Saat ini Dr. Arenst meneliti mengenai material karbon untuk aplikasi baterai dan kapasitor.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)

Adalah Prof. Evvy Kartini yang konsisten meneliti elektrolit padat (solid electrolyte) untuk berbagai jenis baterai. Saya pertama kali bertemu beliau saat menjadi penguji mahasiswa S3 di DTMM FTUI. Penelitiannya sudah banyak dipublikasikan dan disitasi oleh para peneliti diseluruh dunia.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Di ITS, meski belum pernah bertemu fisik, saya lihat Dr. Lukman Noerrochim meneliti baterai lithium ion. “Pertemuan” dengan Dr. Lukman terjadi saat saya mencari referensi untuk paper yang akan saya publish. Saya mensitasi papernya yang terbit pada jurnal Carbon. Dari penelusuran saya, Dr. Lukman adalah lulusan dari  University of Wollongong, Australia. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi seperti Carbon, Journal Power Sources, Electrochimica Acta dan Journal of Materials Chemistry. Semoga suatu saat saya bisa bertemu dan belajar banyak dari beliau.

Peluang Kolaborasi

Inilah kelompok peneliti material penyimpanan energi di Indonesia yang saya ketahui. Semoga kedepan kita bisa saling mendukung dan kolaborasi sehingga penelitian baterai sekunder di Indonesia bisa terus meningkat. Harapannya, hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti di perguruan tinggi dan lembaga riset dapat dihilirisasi atau dipabrikasi masal oleh industri di dalam negeri.

Seoul, 2016/07/29.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: