You are reading..
Energy Storage

Cara Membuat Baterai Lithium Lebih Awet

Hidup didunia modern dewasa ini, kita hampir tidak bisa dipisahkan dengan kemajuan teknologi elektronik yang demikian pesat. Tanpa sumber energi portable yang lazim disebut baterai, mustahil produk-produk tersebut dapat bekerja dengan baik. Baterai masih menjadi salah satu komponen biaya yang besar dari suatu produk. Ambil contoh mobil listrik yang dikembangkan oleh Nissan yaitu Leaf. Biaya untuk komponen baterainya saja sudah menyumbang hampir 50 % dari harga sebuah mobil listrik yang dibandrol sekitar US$ 33,000. Karena biaya yang mahal ini, maka penggunaanya pun perlu kehati-hatian. Selain alasan ekonomis, alasan keamanan (safety) juga perlu mendapatkan perhatian khusus.

Riset baterai kedepan diarahkan agar baterai bisa lebih ringan, menyiman energi lebih banyak, lebih murah, ramah lingkungan dan aman. Untuk memahami waktu hidup (life-time) sebuah baterai, pada dasarnya kita perlu mengetahui karakteristik material dari baterai itu sendiri.  Berikut adalah tips agar membuat baterai lithium anda menjadi lebih awet :

Jauhkan baterai dari temperatur lingkungan yang tinggi

Baterai lithium umumnya menggunakan elektrolit cair dari LiPF6 dalam campuran cairan hidrokarbon. Temperatur lingkungan yang tinggi  memungkinkan terbentuknya gas-gas diruang elektrolit antar elektrode. Jika temperatur semakin meningkat, bukan mustahil baterai akan meledak dan menimbulkan percikan api. Lithium sangat reaktif terhadap uap air/air yang dapat menghasilkan panas berlebihan dan akhirnya bisa terbakar. Oleh karena itu, simpanlah baterai atau devais kita ditempat yang memiliki suhu temperatur ruangan. Hindari menyimpan handphone atau gadget dibawah bantal atau kasur. Ini akan berakibat naiknya temperatur baterai dan berakibat pada singkatnya waktu hidup baterai.

Gunakan charger yang standard

Kita mungkin sering menggunakan charger yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya jika kita menggunakan gadget merek A, karena sedang tidak membawa charger atau kondisi mendesak, kita pinjam charger ke teman yang memiliki gadget merek B. Atau mungkin juga sama mereknya tapi beda spek dan kelasnya. Jika ini sering dilakukan, waktu hidup baterai akan semakin singkat. Mengapa? Karena setiap charger memiliki output arus listrik yang berbeda beda. Semakin tinggi arus listriknya, berarti pengisian muatan listrik akan semakin cepat. Memang baterai akan cepat full. Tapi ketika muatan listrik diisi dengan cepat, material katoda dan anoda akan bekerja secara ektra dalam menyimpan muatan lithium ion. Jadi, agar baterai kita lebih awet, sebelum menggunakan charger yang bukan peruntukannya, kita lihat terlebih dahulu output dari charger yang akan digunakan yang tertera dalam cover charger itu sendiri seperti terlihat dalam gambar dibawah ini yang memiliki output 5V, 1.0A. Jika outputya sama atau minimal mendekati nilai charger standard, maka aman bagi kita untuk menggunakannya.

Mohon maaf untuk yang bagian charger ini saya salah konsep. Ini karena saya terbiasa menggunakan battery tester (untuk charge/discharge) yang menggunakan menu constant current di laboratorium. Tentu saja ini berbeda dengan charger seperti untuk handphone atau gadget. Output 5V, 1 A yang tertera pada sebuah charger berarti bahwa arus maksimum yang disuplai oleh charger sebesar 1 A. Dalam sebuah gadget biasanya juga sudah dilengkapi dengan Integrated Circuit (IC) yang membatasi arus masuk kedalam baterai, sehingga menjadi lebih aman buat baterai. Jadi bisakah kita menggunakan charger 5V, 2A untuk charger original kita yang 5V, 1A. Jawabannya adalah bisa dan demikian juga sebaliknya namun dengan waktu pengisian yang relatif lebih lama. Yang paling penting adalah charger yang digunakan harus memiliki tegangan (voltage) yang sesuai dengan charger yang standard (terima kasih pak Probo dan Taning atas diskusinya).

Samsung battery

Ini dulu 2 tips cara membuat baterai lithium ion anda lebih awet, lain kali disambung lagi.

Seoul, 03 September 2015, 10.00 AM

Discussion

2 thoughts on “Cara Membuat Baterai Lithium Lebih Awet

  1. Trims atas tipsnya dari pak dosen

    sepengamatan saya utk hape2 android, gadget dengan batere semakin besar akan dapt charger makin besar.
    sebagai contoh :
    1000mAH > 0.5A 5V
    1500mAH > 0.8A 5V
    2000mAH > 1A 5V
    4000mAH > 2A 5V

    hampir liner bukan?
    mungkin hal ini dikarenakan kompaknya manufacturer untuk membuat batere gadget 3.7V

    Jika suatu saat charger original kita ketinggalan, kita bisa pinjam charger teman dengan rule of thumb seperti di atas

    Salam,

    Listrik.org

    Posted by Pengamat Listrik | 3 September 2015, 11:25 am
    • Terima kasih sudah mengunjungi blog saya. Wah, bagus sekali websitenya listrik.org. Sebagai orang listrik saya sangat mengapresiasi hasil kerjanya mas🙂

      Menjawab pertanyaan mas, apakah sebanding meningkatnya kapasitas baterai dengan output arus maksimum dari charger? Iya betul sebanding mas. Kemungkinan besar rating arus maksimum yang diset dalam IC charger dalam handphone juga semakin tinggi. Saya yakin ada standard internasional khusus dari charger manufacturer khususnya untuk gadget handphone, namun saat ini saya belum tahu. Jadi mas tetap bisa menggunakan charger apapun asalkan voltage-nya tetap sama. Untuk rating arus yang lebih rendah dari charger standar maka pengisian muatannya akan semakin lama. Sedangkan untuk rating yang lebih tinggi, arus yang mengalir akan tetap dibatasi oleh IC tersebut sehingga tetap aman bagi baterai.

      Posted by Chairul Hudaya | 3 September 2015, 3:59 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: