You are reading..
UT Korea Selatan

Dua Lab itu Kini Mulai Menggeliat (1)

Mengumpulkan tulisan saya yang terserak.

Sumber : utkoreanews

===========

Oleh : Chairul Hudaya *)

Mahasiswa UT Korea kini boleh berbangga. Mereka punya lab alam yang bisa dipakai untuk mengasah kemampuan mereka dalam menerapkan Ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari bangku perkuliahan. Lab itu  adalah UT Korea Radio dan UT Korea News. Kali ini saya ingin sedikit mengulas mulai dari pembentukan hingga perjalanannya.

Awal Terbentuknya UT Korea Radio

Berawal dari obrolan malam di media group facebook UT Korea Selatan, saya sampaikan ide untuk pembuatan Radio UT Korea. Tujuannya hanya sebatas media komunikasi diantara sivitas UT Korea (tutor, mahasiswa, pengurus dan peminat UT Korea) yang tersebar di penjuru semenanjung Korea. Obrolan ngelantur sana sini tersebut direspon positif oleh para mahasiswa saat itu. Seorang mahasiswa UT Korea jurusan Ilmu Komunikasi bernama Arie Saputro memfasilitasinya dengan membuat web sementara pada server gratisan. Tanpa ba bi bu, Arie mulai mengeksekusi, sekaligus ia sebagai Dijenya. Shoutbox, tempat interaksi pendengar dengan sang Dije pun dipasang. Request lagu dari pendengar diputarnya. Sesekali saya minta lagu kesayangan juga untuk didendangkan. Saya salut dengan kreatifitas dan inisiatif dari sahabat saya ini. Namun saya cukup terkejut ketika mendengar berita kalau Arie harus kembali ke Indonesia setelah bermasalah dengan imigrasi Korea di Incheon saat kedatangannya setelah cuti dari Indonesia.

Pembentukan Tim Perumus

Ketiadaan Arie Saputro yang memiliki peranan penting dalam UT Korea Radio sempat membuat down sesaat. Tapi life must go on. Saya coba menginisiasi pembentukan dua team andalan yang diberi nama Team Materi yang ditangani oleh Herman dan Team Infrastruktur yang ditangani oleh Hendri. Keduanya adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi yang selalu aktif dalam kegiatan kemahasiswaan UT Korea. Herman yang asli Lombok ini ditugasi menyiapkan perangkat lunak (software) radio, mulai dari konsep acara, perekrutan penyiar, segmentasi pendengar dan sebagainya. Sedangkan team yang dipimpin Hendri alias Iwax bertanggung jawab mengidentifikasi keperluan perangkat keras (hardware) seperti komputer, software dan perangkat penunjang siaran lainnya. Untuk mensupervisi tim, secara khusus saya minta bantuan sahabat saya Andy Tirta yang pernah menjadi Direktur Radio PPI Dunia untuk turut membantu menularkan ilmunya kepada tim yang telah terbentuk tadi.

Waktu terus berlalu dan masing-masing team terus bekerja di sela-sela kesibukan mereka. Akhirnya perjalanan panjang itu membuahkan hasil. Dari yang tadinya siaran dengan server gratisan, mereka memutuskan untuk membeli domain sendiri. Penentuan namanya pun divoting. Hasil suara terbanyak memilih nama UT Korea Radio sebagai nama  radio mereka. Domain dan hosting web pun dibeli dialamatwww.utkorearadio.com. Oleh tim, Hendri didaulat menjadi ketuanya.

Para Dije yang Mulai Belajar

Suwer, jadi dije bukan perkara mudah. Sepertinya memang perlu bakat alamiah untuk bisa nyerocos dan enak didengar. Tapi bakat alami saja tidak cukup, bakat itu perlu dilatih secara kontinyu. Inilah tujuan utama dibuatnya radio ini. “Senang mas, di media ini kita jadi banyak latihan. Dari yang tadinya ga bisa ngomong, jadi bisa ” ujar Dikka, Dije yang kalau dia siaran banyak pendengarnya. Selain Dikka, ada juga Dije lainnya seperti Dije Iksan (Venus), Pian, Susan, Uje, Kabul, Risha, Oko, Sobur, Riyadi dan Rita. Yang terakhir adalah Dije impor dari Taiwan, luar biasa memang radio ini. Masing-masing Dije punya ciri khas dan acaranya masing masing, misalnya Susan dengan dangdut koplonya dan Dikka dengan tema-tema bernuansa cinta.

Perjalanan UT Korea Radio

Meski belum seumur jagung, banyak kesempatan emas yang diberikan pada UT Korea Radio. Beberapa acara akbar digelar di radio ini diantaranya Debat Calon Presiden Perpika, Audiensi dengan kepala UT UPBJJ Jakarta, siraman rohani saat bulan ramadhan dan lain-lain. Ratih, tutor UT Korea untuk mata kuliah Hubungan Masyarakat (Humas) tidak mau ketinggalan memanfaatkan fasilitas ini. Disuruhnya seluruh mahasiswa Humas untuk praktek langsung siaran menerapkan ilmu yang dia ajarkan di kelas. Walhasil mahasiswanya malah jadi ketagihan nge-dije. Sebuah aksi yang sangat progresif dari tutor yang mengklaim dirinya kece ini.

Rencana Kedepan

Hendri punya banyak rencana untuk pengembangan UT Korea Radio kedepan. Salah satunya ia memikirkan untuk pembuatan iklan. “Tapi perlu ada tim yang membuat jingle, mas”, begitu katanya pada saya saat bertemu di Ujian Akhir Semester minggu 1 di SNUE (2012/11/04). Saya bilang oke kita cari jalan keluar. Saya akan bantu cari trainer pembuatan jingle iklan ini. Pucuk dicinta ulam tiba. Saat itu saya bertemu sama Yodha, salah seorang (mantan) penyiar radio PPI Dunia. Saya minta bantuan dia untuk menyiapkan sebuah workshop pembuatan jingle iklan untuk tim UT Korea Radio. Kita lihat saja bagaimana nanti hasil trainingnya.

bersambung…

*) Penulis adalah pembina UT Korea Radio dan UT Korea News. Tutor UT Korea jurusan Ilmu Komunikasi dan mahasiswa program doktor di University of Science and Technology ? Kampus KIST

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: