You are reading..
Koreana

Antara Dokdo dan Takeshima

Penetepan teritorial wilayah suatu negara sering menjadi isu panas antar negara yang bertetangga. Masing-masing negara mengklaim wilayah yang menjadi sengketa adalah wilayahnya. Di Indonesia sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan beberapa tahun yang lalu menjadi contoh nyata ketegangan antara kedua negara. Sesuai dengan keputusan Mahkamah Internasional, akhirnya kedua pulau tersebut dimenangkan oleh Malaysia pada tahun 2002.

Hal yang sama juga terjadi dengan Korea dan Jepang. Kedua negara bertetangga tersebut memperebutkan sebuah pulau yang oleh orang Korea disebut dengan Dokdo sementara oleh orang Jepang menyebutnya Takeshima. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Jepang dan Korea adalah dua negara yang sangat bersaing antara satu dengan yang lainnya di berbagai bidang, Hal ini dilatarbelakangi oleh alasan historis dari kedua negara asia timur ini dimana Jepang pernah menjajah Korea selama kurang lebih 35 tahun (1910-1945).

Dokdo adalah sebuah pulau kecil yang indah. Pulau ini terletak 215 km di sebelah timur semenanjung Korea, dan 250 km dari negeri matahari. Pulau yang terdekat dengan wilayah Korea adalah Pulau Ulleung yang berjarak sekitar 87 km, sementara kepulawan Oki Jepang berjarak sekitar 157 km.

Baru-baru ini media di Korea Selatan menyoroti permasalah pulau Dokdo karena terbitnya Buku Putih Departemen Pertahanan Jepang yang menyatakan bahwa permasalahan teritorial Takeshima dan Teritorial Utara negara Jepang masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Bangsa Korea tentu saja menginginkan adanya pengakuan kedaulatan dari Jepang mengenai kepemilikan pulau Dokdo ini. Banyak protes dan demonstrasi yang telah dilakukan oleh rakyat Korea. Bagi rakyat Korea, mempertahankan Dokdo sebagai kesatuan wilayah Republik Korea adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi. Kecintaan terhadap Dokdo dapat dilihat sebagai penanaman sikap cinta tanah air dan bela negara orang Korea terhadap negaranya. Atas dasar itu saya melihat sepertinya ada sedikit “kebencian” orang Korea terhadap bangsa Jepang atas kasus ini.

Hidup bertetangga memang penuh liku-liku, kadang harus berujung di pengadilan.

Pulau Dokdo yang menjadi Sengketa
Demonstrasi Warga Korea dengan Memotong Burung Nasional Jepang (2008)
Penduduk Tetap Dokdo hanya 2 Orang, Kim Seong-do dan istrinya Kim Sin-yeol
Bendera Korea Selatan di Pulau Dokdo

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: