You are reading..
General

Sulit dan Mahalnya Menghasilkan Listrik

Sebuah Kabel Listrik. Foto : http://www.pollsb.com

Listrik adalah sebuah bentuk energi yang sangat mudah untuk diubah menjadi bentuk energi lainnya. Oleh karena itu, energi listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kebutuhan hidup kita. Pada sebuah proses produksi di Industri, misalnya, listrik menjadi sumber penggerak dalam menciptakan suatu barang. Bahkan, perusahaan yang bergerak dibidang jasa sekalipun pasti sangat membutuhkan listrik dalam menjalankan usahanya. Apa jadinya hidup tanpa listrik?

Namun demikian, banyak masyarakat yang belum memahami betapa “sulit” dan mahalnya dalam menghasilkan energi ini. Selalu saja dalam setiap kesempatan terjadinya pemadaman listrik baik yang terencana maupun karena kegagalan teknis suatu peralatan, PLN sebagai satu-satunya perusahaan distribusi listrik menjadi sasaran “kemarahan” warga.

Setiap pembangkit listrik, baik yang bersifat konvensional (menggunakan energi fossil sebagai bahan bakar utamanya) maupun yang menggunakan sumber energi terbarukan, memiliki karakteristik teknis dan ekonomis yang berbeda-beda. Atas dasar inilah pembagian jenis pembangkit listrik dibedakan menjadi pembangkit listrik yang memasok untuk beban dasar, beban menengah maupun beban puncak dalam suatu sistem tenaga listrik.

Transmisi Sistem Tenaga Listrik. Foto : http://www.futurismnow.com

Secara garis besar, sebuah sistem tenaga listrik yang besar dibagi menjadi 3 bagian yaitu sistem pembangkitan, sistem transmisi dan sistem distribusi. Sistem pembangkitan adalah sistem hulu dari sebuah industri listrik. Ini merupakan bagian dapur dimana listrik dihasilkan oleh sebuah generator. Sedangkan sistem transmisi dan distribusi adalah sistem penyaluran listrik kepada beban-beban yang ada. Perlu banyak tenaga dan biaya dalam membangkitkan listrik. Sebuah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) misalnya, memerlukan pasokan bahan bakar batubara secara berkala. Batubara tersebut juga didapatkan dengan cara yang tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu penambang yang mempertaruhkan nyawa mereka ketika bekerja pada sebuah pertambangan. Setelah dibangkitkan oleh sebuah pembangkit listrik, listrik tidak akan berguna jika tidak disalurkan kepada beban-beban listrik yang terdiri dari beban rumah tangga, industri, pemerintah dan sosial. Untuk menyalurkan listrik, jutaan kilometer kabel  berbagai dimensi dan ribuan transformator dengan berbagai kapasitas diperlukan. Belum lagi ditambah dengan peralatan-peralatan pendukung pada sistem distribusi yang jika semua asetnya ditotal bernilai lebih dari 23.000 triliun rupiah [1].

Hingga saat ini masyarakat Indonesia masih dimanjakan dengan murahnya harga listrik karena hampir setengah dari biaya listrik per kWh masih disubsidi oleh pemerintah. Tahun 2011 ini, kurang lebih 40,7 triliun rupiah dikucurkan sebagai subsidi listrik [2]. Nilai ini diperkirakan akan bertambah pada tahun selanjutnya. Jika diasumsikan penduduk Indonesia saat ini berjumlah 250 juta dengan masing-masing keluarga terdiri dari 5 orang, maka setiap keluarga akan menerima subsidi listrik sebesar 814.000 rupiah/tahun atau 67.800 rupiah/bulan. Semakin besar energi listrik yang digunakan, maka subsidi yang harus disediakan juga cenderung meningkat.

Oleh karena itu, sudah saatnya menghemat energi listrik dari sekarang. Dengan menghemat listrik, tidak hanya bermanfaat bagi kita, tetapi juga dapat memberi kesempatan bagi masyarakat lain yang belum mendapatkan pasokan listrik.

Seoul, 11 Juni 2011. 11.58 PM

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Listrik, Sisi Dua Mata Pisau « Chairul Hudaya's Blog - 12 June 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: