You are reading..
Nuclear News, Nuclear Pros-Cons

Demo Tunggal di Korsel Tolak PLTN

Dibawah ini adalah berita yang dimuat di Suara Merdeka Juli, 2007. Coba kala itu saya tahu Gus Nung datang ke Seoul, pastinya saya akan senang sekali meng-guide selama kunjungannya di Seoul. Dan, tentu saja akan sangat asyik sekali untuk berdiskusi masalah penggunaan nuklir di Indonesia.

Sumber : Suara Merdeka

demokorea

TOLAK PLTN:Tiga warga Korsel melintas di dekat KH Nuruddin Amin, warga Bangsri, Jepara yang melakukan aksi demo tunggal anti-PLTN di depan gedung Korean Electric Power Company (KEPCo) Korsel, Rabu (11/7).(30)

JEPARA- Suara Merdeka Kamis, 12 Juli 2007 Ketua PCNU Jepara KH Nuruddin Amin (Gus Nung), Rabu (11/7), melakukan aksi demo tunggal di Korea Selatan (Korsel). Itu dilakukan setelah Pemerintah Korsel melarang demo anti-PLTN digelar dengan melibatkan banyak orang.

Penduduk Bangsri itu melakukan aksinya di siang hari di depan gedung Korean Electric Power Company (KEPCo) Korsel. Aksinya mendapat dukungan Korean Federation of Environmental Movement (KFEM), organisasi peduli lingkungan di Negeri Gingseng.

”Oleh Pemerintah Korsel kami tidak diperkenankan menggelar demo dengan banyak orang. Maka saya melakukannya sendiri dengan dukungan KFEM,” demikian disampaikan Gus Nung melalui kontak telepon dan email kepada Suara Merdeka dari Korsel, kemarin.

Dalam sejarah aksi penolakan PLTN, itu adalah demo tunggal kedua dilakukan warga Jepara. Sebelumnya, pada 11 April 2006 demo serupa dilakukan Zakariya Anshari, warga Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan di Jl HOS Cokroaminoto Jepara. Saat itu Menristek Kusmayanto Kadiman datang ke Bumi Kartini dalam Jeparatech Expo 2006. Selain ke Korsel, Gus Nung juga datang ke Jepang. Ia berangkat atas nama pribadi bersama aktivis Green Peace Asia Tenggara, Nur Hidayati sejak 3 Juli.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo dalam kedatangannya di Jepara beberapa waktu lalu menyebut Korsel dan Jepang sebagai negara calon investor. Negara lain yang mengajukan tender di antaranya adalah Amerika Serikat dan Rusia.

”Kami minta Pemerintah Jepang dan Korea Selatan serta pihak swasta di dua negara ini tidak memberikan bantuan apa pun kepada Indonesia untuk rencana pembangunan PLTN Muria,” tandas Gus Nung.

Sementara itu, pemerintah berjanji, PLTN akan dibangun jika bisa diterima masyarakat. “Pembangunan PLTN ada yang menentang dan ada yang menerima. Jadi sebelum dibangun dan dikembangkan harus ada penerimaan masyarakat terlebih dahulu,” kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Taman Soekasada Ujung, Kabupaten Karangasem, Bali

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: