You are reading..
Nuclear Opinion

Alur Pembangunan PLTN di Indonesia

Untuk memahami alur (milestone) pembangunan PLTN, IAEA pada tahun 2007 telah mengeluarkan panduan bagi para member states yang akan mengembangkan PLTN di Negaranya. Guidance tersebut tertuang dalam: Milestone in the Development of National Infrastructure for Nuclear Power

IAEA membagi dalam 3 tahap milestone, sebagai berikut :

Milestone 1 : Ready to make a knowledgeable commitment to a nuclear programme

Milestone 1 dimulai dengan pernyataan komitmen dan dukungan penuh dari pemerintah untuk menggunakan energi nuklir dalam memasok kebutuhan listriknya dimasa yang akan datang. In case negara kita, tentu saja komitmen itu sudah didengungkan, misalnya dengan adanya berbagai peraturan-perundangan yang telah dibuat oleh pemerintah dan regulatory body. Dan, dengan adanya peraturan yang menyatakan nuklir untuk masuk dalam national energy policy memperkuat komitmen pemerintah untuk menggunakan energi ini. Selain dalam bentuk peraturan perundangan, komitmen dan dukungan penuh pemerintah perlu dituangkan dengan pembentukan Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO). Ini hanya sebutan ilustrasi saja oleh IAEA, namanya bisa apa saja jika diterapkan di Indonesia (mungkin semacam tim nasional). NEPIO bisa berada dibawah koordinasi menteri tertentu misalnya bidang energy and industry atau mungkin juga dibawah Presiden (?). Tugas NEPIO adalah melakukan studi komprehensif pengimplementasian NPP, diantaranya studi akan :

  1. The need to ensure the safety, security and non-proliferation of nuclear material
  2. The need to join the appropriate international legal treaties and conventions;
  3. The need to develop a comprehensive legal framework covering all aspects of nuclear law,, which includes safety, security and nuclear liability and other legislative, regulatory and commercial aspects;
  4. The need to have an effective, independent, competent regulatory body;
  5. The appropriate role for, and the compatibility of, nuclear power in the nation’s sustainable development strategy;
  6. The need to develop project management capabilities;
  7. The need to develop and maintain the national human resource capability within both the government and industrial sectors to successfully manage, operate, maintain and regulate nuclear facilities;
  8. The need to ensure the availability of financial resources for the construction of nuclear facilities and for the long term operation, regulation and decommissioning of those facilities;
  9. The need to provide policies, programmes and resources for decommissioning and the safe management of spent fuel and radioactive waste;
  10. The need to provide industrial capability for equipment and services support for the nuclear programme, either through international procurement or indigenous development;
  11. The importance of gaining and keeping the confidence of the nation and the international community by maintaining open, transparent and timely interaction and communication regarding all aspects and activities of the nuclear programme.

Fortunately, study-study yang menguras uang tidak sedikit tersebut sebagian besar pernah dilakukan oleh badan-badan di Indonesia, tentu saja itu pengalaman yang sangat berharga.

Saya setuju bahwa perlu di update hal-hal mengenai studi kelayakan secara ekonomis, sites, man power dll. Tetapi bukan berarti harus melakukan studi dari awal, hanya perlu disesuaikan parameter-parameternya. Nah NEPIO ini lah yang mempunyai wewenangnya, karena akan melibatkan koordinasi antar lembaga pemerintah dan mungkin juga masyarakat, agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Milestone 2 : Ready to invite bids for the first nuclear power plant.

Kabar yang saya dengar bahkan BATAN saat ini sedang mempersiapkan bid documents untuk NPP, benarkah? Kalau iya berarti sebuah progress yang sangat baik sekali untuk persiapan dan membantu meringankan dan mempercepat tugas NEPIO jika terbentuk nantinya.

Milestone 3 : Ready to commission and operate the first nuclear power plant

Milestone 3 masuk kalau milestone 1 dan 2 sudah OK.

Jadi kesimpulan saya berdasarkan milestone tersebut, kalaupun kita mau serius dengan PLTN di Indonesia, pembentukan NEPIO pada tahap awal  menjadi sangat urgent. Studi-studi keekonomisan PLTN secara komprehensif bisa dilakukan setelah adanya NEPIO. Memang perlu investasi membentuk NEPIO ini, tapi itulah solusi yang paling ideal untuk mengatasi masalah kelemahan koordinasi antara lembaga Negara satu dengan lainnya terkait dengan masalah penggunaan energi nuklir. NEPIO lah yang akan menentukan apakah kita bisa masuk pada milestone 2 dan 3. NEPIO menjadi sangat penting karena peranan BATAN sebagai promoting body sangat terbatas.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: