You are reading..
Nuclear Public Perception

Mencari Formula Sosialisasi PLTN yang Tepat

Image Hal yang paling penting dalam proses pembuatan kebijakan khususnya untuk pembangunan PLTN disuatu negara adalah penerimaan masyarakat (public acceptance) terhadap kehadiran PLTN itu sendiri, terutama masyarakat yang tinggal didaerah sekitar dibangunnya PLTN. Membuat public mengerti akan sebuah teknologi baru apalagi teknologi yang dianggap canggih bukanlah sebuah perkara yang mudah, sehingga perlu sebuah cara yang sangat arif dan bijaksana bagaimana agar “transfer knowledge” kepada masyarakat itu berjalan dengan baik dengan sikap saling terbuka dan percaya. Terbuka, artinya perlu dijelaskan secara jujur apa saja manfaat dan resiko yang bisa ditimbulkan berdasarkan fakta-fakta yang sebenar-benarnya. Sehingga dengan begitu pengetahuan masyarakat menjadi balance dan pada akhirnya masayarakat bisa menilai dengan adil tanpa pengaruh atau tekanan pihak manapun. Itulah yang menjadi tugas besar, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi mereka yang benar-benar mengerti akan kondisi dan situasi yang sebenarnya tentang PLTN itu sendiri, termasuk NGO baik yang pro maupun kontra.

Teori Model Penerimaan Publik.

Ada beberapa teori untuk memformulasikan public attitude terkait PLTN ini. Teori-teori tersebut menjelaskan bagaimana menganalisa secara qualitative penerimaan public terhadap PLTN. Biasanya, pemodelan dibuat secara matematis dengan menggunakan software statistic tertentu. Adalah T. Ohnishi yang dalam jurnal Mathematic and Computer Modeling (1995) dan Y.S Choi et all dalam jurnal Annals of Nuclear Energy (1999) yang mencoba memformulasikan public attitude terkait dengan rencana pembangunan PLTN masing masing di Jepang dan Korea. Dalam paparannya, Ohnishi menekankan akan pentingnya peranan media (pers, televisi dan majalah) dan kegiatan kegiatan yang mengarah kepada penerimaan public dalam mempengaruhi sikap masyarakat di Jepang. Ia menggunakan variable input yang berupa informasi positif dan negatif dari media sebagai stimulus dari hasil yang didapat. Ohnishi mendefinisikan informasi positif sebagai informasi yang menekankan akan keberhasilan dan kecanggihan PLTN, penjelasan tentang kebijakan nuklir, negosisasi dan kerjasama regional dan internasional, komentar yang bernada positif dari public figure, dan penjelasan tentang nuklir secara netral. Sedangkan informasi negatif dikondisikan sebagai informasi yang menjabarkan tentang kecelakaan, tantangan dan halangan serta hambatan di beberapa instrumen PLTN, gerakan anti-nuklir, kritik terhadap kebijakan energi, dan kegagalan R&D dari PLTN. Dalam bagian kesimpulannya, ia menekankan pentingnya informasi positif dan negative yang seimbang sehingga masyarakat bisa menentukan sikapnya sendiri.

Hampir senada dengan Ohnishi, Y.S Choi et all menjabarkan secara qualitative pengalaman Korea dalam memformulasikan persepsi public tentang PLTN. Ia menggunakan metode latent class analysis dan logistic regression untuk memetakan persepsi public dengan menggunakan input hasil jajak pendapat nasional yang dilakukan oleh sebuah perusahaan survey. Choi menyimpulkan bahwa ada tendensi yang kuat jika semakin banyak masyarakat memperoleh informasi yang jelas tentang PLTN, maka penerimaan publik terhadap PLTN semakin tinggi , sebaliknya persepsi resiko akan rendah.

Belajar dari teori Ohnishi dan Choi, seberapa besar peranan press kita dalam memberikan pendidikan yang seimbang antara persepsi resiko dan manfaat tentang PLTN? Yang ada malah saya sering melihat pemberitaan yang berat sebelah dan menyesatkan masyarakat, tanpa adanya koreksi dari pihak-pihak terkait.

Community Development

Berbicara soal sosialisasi PLTN, terkait juga dengan apa yang bisa kita berikan untuk community development didaerah sekitar. Ini adalah hal yang sangat wajar, dimanapun berlaku seperti itu. Oleh karena itu perlu juga diperhitungkan dan didiskusikan dengan masyarakat sekitar apa dan bagaimana yang bisa ditawarkan dengan kehadiran PLTN sehingga bisa mengangkat derajat kesejahteraan para penduduk sekitar. Bukan hanya memberikan ikannya, tetapi memberi kail dan cara yang baik bagaimana teknik memancing. Kita bisa belajar dari berbagai pengalaman dari negara-negara yang telah memiliki PLTN. Misalnya Korea, mereka mendonasikan sebagian income nya sebesar KRW 0.25 (setara kurang lebih dengan IDR 2) untuk setiap kWh energi listrik yang dihasilkan. Selain itu, pemberian beasiswa pendidikan, pembangunan fasilitas umum, taman energi, sekolah, dan sejenisnya, termasuk dalam program community development mereka. Apa yang bisa kita tawarkan kepada masyarakat sekitar Muria jika kita akan membangunnya disana?

Keefektifan conference/seminar sebagai media sosialisasi.

Barangkali sudah puluhan, atau bahkan mungkin ratusan kali seminar, conference sebagai media sosialisasi dan diseminasi penggunaan nuklir sebagai energi (PLTN) dilaksanakan oleh berbagai pihak semenjak didengungkannya rencana pembangunannya puluhan tahun silam. Namun, seberapa besarkah dampaknya bagi pengetahuan masyarakat awam saat ini? Apa kontribusi dari dari kegiatan-kegiatan tersebut yang kita tahu menghabiskan tidak sedikit biaya baik yang diambil dari APBN, sponsor luar negeri, maupun dari perusahaan swasta nasional ini? Coba kita lihat siapa pesertanya dan apa hasilnya? Bukannya tidak perlu, tetapi agaknya slot untuk kegiatan ini bisa dirampingkan dan dialokasikan untuk kegiatan langsung yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar.

Dialog-dialog langsung yang mempertemukan antara birokrat pemerintah dengan masyarakat yang didukung oleh para NGO anti nuklir dinilai hanya buang-buang energi dan waktu saja. Hasilnya sudah bisa ditebak, deadlock, malah memperkeruh suasana. Alih-alih ingin dicapai kesepahaman, malah yang didapat lemparan botol oleh para oknum yang memang di set kontra. Disinilah perlu peranan pihak ketiga sebagai wasit yang tidak memihak, misalnya bisa difasilitasi oleh perguruan tinggi.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: