You are reading..
Nuclear Technology

Level-level Kecelakaan Nuklir

International Atomic Energy Agency (IAEA) telah memperkenalkan 8 level skala kejadian kecelakaan nuklir agar menjadi informasi yang tepat terhadap masyarakat luas. Level level tersebut dikatagorikan berdasarkan tingkatan pengaruh/efek baik dalam PLTN itu sendiri maupun keluar PLTN. Delapan level tersebut adalah :

 

ines.gif

Level 7

Level ini mengkatagorikan kecelakaan nuklir yang mengakibatkan efek yang sangat besar terhadap kesehatan dan lingkungan di dan sekitar PLTN. Yang termasuk dalam level ini adalah kecelakaan Chernobyl yang terjadi di Negara bekas Uni Soviet, sekarang Ukraina pada tahun 1986. Level ini bisa disamakan dengan kasus kecelakaan non-nuklir di Bhopal, India pada tahun 1984 dimana ribuan orang dikabarkan meninggal dunia.

Level 6

Pada level ini, kecelakaan nuklir diindikasikan dengan keluarnya radioaktif yang cukup signifikan, baik PLTN maupun kegiatan industri yang berbasis raioaktif. Contohnya adalah kecelakaan di Mayak, bekas Negara Uni Soviet pada tahun 1957.

Level 5

Level ini mengindikasikan kecelakaan yang mengeluarkan zat radioaktif yang terbatas, sehingga memerlukan pengukuran lebih lanjut. Contoh dari level ini yaitu kecelakaan/kebakaran pada rekator nuklir di Windscale, Inggris tahun 1957. Contoh lainnya yaitu kecelakaan di Three Mile Island yang merusak inti reaktor pada tahun 1979

Level 4

Level ini mengelompokkan kecelakaan nuklir yang mengakibatkan efek yang kecil terhadap lingkungan sekitar, inti reaktor dan pekerja (sesuai dengan batas limit yang diizinkan). Beberapa contoh kejadian kecelakaan dalam level ini yaitu kecelakaan pada :

  • Sellafield (Inggris), terjadi sebanyak 5 kali dari 1955 sampai 1979
  • PLTN Saint-Laurent (Perancis) tahun 1980
  • Buenos Aires (Argentina) tahun 1983
  • PLTN Tokaimura (Jepang ) tahun 1999.

Level 3

Kecelakaan yang dikelompokkan dalam level ini yaitu kecelakaan yang mengakibatkan efek yang sangat kecil dimana masih dibawah level/batas yang diizinkan, namun tidak ada perangkat keselamatan yang memadai. Contoh dari kecelakaan level ini yaitu kecelakaan pada THORP plant Sellafield di Inggris tahun 2005.

Level 2

Kecelakaan pada level ini tidak mengakibatkan efek apapun keluar larea, namun tetap ada kontaminasi didalam area. Level ini juga mengindikasikan kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan untuk memenuhi syarat syarat keselamatan yang seharusnya ada. Contoh kecelakaan dalam level ini adalah kecelakaan pada PLTN Forsmark Swedia pada bulan Juli 2006 yang lalu.

Level 1

Pada level ini, dikatagorikan kecelakaan yang merupakan anomaly dari pengoperasian sistem .

Level 0

Pada level ini tidak memerlukan tingkat keselamatan yang signifikan dan relevan. Disebut juga sebagai “out of scale”.

Discussion

7 thoughts on “Level-level Kecelakaan Nuklir

  1. Waw.. thanks For sharing ya mas….
    Ini ada hubnya sama man made disaster kan yah

    Posted by Risma | 28 December 2007, 4:45 pm
  2. Sama sama Mbak..

    Iya bisa juga dihubung2kan dengan man mad disaster kalau uraniumnya dibuat bom nuklir dan diledakkan untuk memusnahkan manusia…

    Ini bagai mata pisau, bisa sangat bermanfaat, bisa juga sangat bermasalah.. tergantung dari orang dibelakangnya, “man-behind the gun”..

    Begitu kali mbak..

    Posted by [Chairul Hudaya] | 28 December 2007, 5:30 pm
  3. gimana sich caranya buat tampilan wordpress supaya kerenz…?

    Posted by Junaidi Karo Karo Kacaribu | 9 February 2008, 9:07 pm
  4. Mas, mau nanya dong
    Ada kecelakaan nuklir ga sih di ASEAN, terumata di Indonesia, Filipina, Thailand dan Myanmar? Kalau ada di level mana aja?
    Makasih yaaa

    xxx

    Posted by patricia s | 12 August 2008, 1:48 pm
  5. Mbak Patricia

    Negara negara ASEAN sampai dengan saat ini belum ada yang menggunakan PLTN. Jadi tidak pernah ada kecelakaan nuklir. Mereka baru hanya merencanakan penggunaan PLTN untuk mensuplay energi listriknya. Yang paling kuat ialah Vietnam dan Thailand. Sementara itu negara kita masih jalan setengah-setengah. Belum ada kejelasan dari pemerintah untuk Go PLTN.
    Begitu mbak setahu saya.

    Salam
    Chairul Hudaya

    Posted by Chairul Hudaya | 27 October 2008, 2:59 pm
  6. Kalau kualitas sumber daya pekerja di Indonesia mampu mengelola PLTN ,tentunya pengoperasian PLTN tdk perlu diragukan.

    Posted by Rahma | 29 October 2008, 7:08 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Akibat Gempa di PLTN Kashiwazaki Kariwa | Nuclear For Peace Purpose - 20 February 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: